DONGENG CERIA DI BULAN KEMERDEKAAN: KAK AWAN HADIRKAN KECERIAAN DAN SEMANGAT LITERASI DI SDN 37 KENDO KOTA BIMA
Merajut Imajinasi, Menumbuhkan Literasi, Mengukir Keceriaan Anak Indonesia
Kota Bima,
Rabu, 12 Agustus 2026 —
Ada yang berbeda di SDN 37 Kendo Kota Bima pada Rabu pagi, 12 Agustus
2026. Suasana sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar berubah menjadi
panggung penuh keceriaan, tawa, dan imajinasi anak-anak. Kehadiran Komunitas
Awan Mendongeng melalui program “Dongeng Ceria di Bulan Kemerdekaan”
berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus sarat
makna bagi seluruh peserta didik.
Kegiatan ini
merupakan bagian dari semangat Komunitas Awan Mendongeng dalam berbagi
dongeng untuk anak-anak Indonesia. Melalui kekuatan cerita, anak-anak
diajak memasuki dunia imajinasi yang penuh warna, sekaligus mendapatkan
berbagai pesan edukatif dan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Sejak kegiatan
dimulai, antusiasme peserta didik terlihat begitu luar biasa. Tatapan penuh
rasa ingin tahu, senyum yang mengembang, hingga gelak tawa yang terdengar di
seluruh lingkungan sekolah menjadi bukti bahwa dongeng mampu menciptakan
suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.
Dengan gaya
mendongeng yang komunikatif, interaktif, dan penuh ekspresi, Kak Awan
berhasil membuat peserta didik larut dalam alur cerita. Anak-anak tidak hanya
menjadi pendengar, tetapi juga diajak berinteraksi, berekspresi, dan merespons
cerita yang disampaikan.
Bagi peserta
didik, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Di balik setiap cerita terdapat
pesan edukatif yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, membangun karakter,
merangsang daya imajinasi, serta menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri
anak.
Dongeng
sebagai Jembatan Menuju Budaya Literasi
Kegiatan Dongeng
Ceria di Bulan Kemerdekaan juga menjadi momentum penting dalam mendukung
dan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 37 Kendo Kota
Bima.
Literasi bukan
hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga merupakan kemampuan
untuk memahami, menyimak, berpikir, berimajinasi, berkomunikasi, dan mengambil
nilai positif dari berbagai pengalaman.
Melalui dongeng,
budaya literasi dapat diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara yang lebih
menyenangkan. Anak-anak belajar bahwa membaca dan mendengarkan cerita bukanlah
sesuatu yang membosankan, melainkan sebuah perjalanan untuk mengenal dunia,
memperluas wawasan, dan membangun imajinasi.
Kegiatan ini
sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya literasi akan tumbuh lebih kuat
ketika anak-anak diberikan ruang untuk menikmati proses belajar dengan gembira.
Sambutan
Hangat Kepala Sekolah
Kepala SDN 37
Kendo Kota Bima, Bapak Agussalim, S.Pd.I, menyambut dengan hangat
kehadiran Komunitas Awan Mendongeng di sekolah.
Kehadiran
komunitas tersebut dinilai memberikan warna tersendiri dalam proses pendidikan
di sekolah, khususnya dalam menciptakan pengalaman belajar yang kreatif,
edukatif, dan menyenangkan.
Bapak Agussalim,
S.Pd.I, juga mengapresiasi semangat dan antusiasme seluruh peserta didik yang
mengikuti kegiatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk
memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan,
tetapi juga membangun karakter, kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap
literasi.
Tawa Anak,
Warna Indah Bulan Kemerdekaan
Kemeriahan
semakin terasa ketika peserta didik larut dalam cerita yang dibawakan Kak Awan.
Tawa dan keceriaan anak-anak seolah menjadi warna tersendiri dalam menyambut
bulan kemerdekaan.
Di tengah
semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan
ini menjadi sebuah pesan sederhana namun bermakna: bahwa kemerdekaan juga dapat
dirayakan dengan memerdekakan imajinasi anak, memberikan ruang untuk
berekspresi, serta membuka jendela pengetahuan melalui literasi.
Keceriaan yang
terpancar dari wajah peserta didik menjadi bukti bahwa pendidikan dapat hadir
dalam berbagai bentuk. Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas
dengan buku dan papan tulis. Terkadang, sebuah cerita sederhana mampu
meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam di hati seorang anak.
Menutup
Kegiatan dengan Kenangan Istimewa
Setelah rangkaian
dongeng selesai, kegiatan ditutup dengan penuh keakraban melalui foto
bersama Kepala SDN 37 Kendo Kota Bima, Bapak Agussalim, S.Pd.I, Kak Awan dari
Komunitas Awan Mendongeng, serta seluruh peserta didik.
Momen kebersamaan
tersebut menjadi dokumentasi indah sekaligus kenangan berharga bagi seluruh
warga sekolah.
Kunjungan
Komunitas Awan Mendongeng di SDN 37 Kendo Kota Bima diharapkan tidak berhenti
sebagai sebuah kegiatan sesaat, tetapi menjadi pemantik semangat untuk terus
menumbuhkan budaya membaca, mendengarkan cerita, berimajinasi, dan mencintai
literasi di lingkungan sekolah.
Sebab, setiap
anak memiliki cerita, setiap cerita menumbuhkan imajinasi, dan dari imajinasi
itulah lahir generasi yang kreatif, berkarakter, dan berprestasi.
SDN 37 Kendo
Kota Bima terus bergerak, terus berkarya, dan terus menyalakan cahaya literasi
untuk generasi penerus bangsa.
“Dari Dongeng
Kita Berimajinasi, Dari Literasi Kita Menginspirasi, Dari Pendidikan Kita
Membangun Negeri.”
SDN 37 Kendo
Kota Bima — Bersama Menumbuhkan Generasi Cerdas, Ceria, Berkarakter, dan
Literat. BRL