SDN 37 Kendo Gandeng LPAI Kecamatan Raba dalam Sosialisasi Anti-Kekerasan Anak di Momen Family Gathering."

KOTA BIMA– Lapangan utama SDN 37 Kendo Kota Bima berubah menjadi lautan semangat pada Sabtu pagi, 4 April 2026. Ratusan wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6 berkumpul memenuhi area sekolah dalam rangka kegiatan "Family Gathering". Agenda besar ini tidak hanya bertujuan mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi benteng edukasi bagi orang tua dalam menghadapi tantangan zaman.

Acara yang berlangsung khidmat namun penuh keceriaan ini dipimpin langsung oleh Kepala SDN 37 Kendo Kota Bima "Bapak Agussalim, S.Pd.I". Turut hadir sebagai tamu kehormatan, Bapak Pengawas Pembina dan Tim Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kecamatan Raba, Kota Bima, yang memberikan bobot strategis pada pertemuan ini.

"Menangkal Dampak Digital dan Kekerasan Anak"

Inti dari kegiatan ini adalah pembekalan materi yang sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Tim dari LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) hadir sebagai narasumber utama untuk membedah dua isu krusial: bahaya laten penggunaan ponsel pintar (HP) pada anak di bawah umur dan pencegahan kekerasan terhadap anak.

Dalam paparannya, tim LPAI menekankan bahwa pengawasan orang tua terhadap akses digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Penggunaan HP yang tidak terkontrol dapat memicu adiksi, mengganggu perkembangan kognitif, hingga memaparkan anak pada konten yang tidak sesuai usia. Selain itu, orang tua dibekali cara-cara preventif agar anak terhindar dari perlakuan salah dan kekerasan, baik di lingkungan rumah maupun publik.

"Rangkaian Agenda yang Menginspirasi"

Kegiatan dirancang dengan apik melalui enam pilar acara yang melibatkan partisipasi aktif seluruh peserta:

 1. Senam Bersama yang Energetik

   Pagi hari dibuka dengan senam bersama. Alunan musik yang semangat menyatukan guru, orang tua, dan siswa dalam gerak yang harmoni. Aktivitas ini berhasil mencairkan suasana dan membangun keakraban awal.

 2. Sosialisasi Edukatif oleh LPAI

 Peserta tampak antusias menyimak sesi edukasi. Banyak wali murid yang melakukan tanya jawab mengenai pola asuh dan cara membatasi *screen time* pada anak tanpa menimbulkan konflik di rumah.

 3. Makan Bersama: Tradisi dalam Kehangatan

Nuansa kekeluargaan memuncak saat sesi makan bersama. Di atas hamparan alas yang digelar di lapangan, para orang tua dan guru berbagi hidangan. Momen ini menjadi ruang diskusi informal yang hangat antara sekolah dan masyarakat.

 4. Rapat Koordinasi di Ruang Kelas

   Setelah agenda umum, wali murid berpindah ke kelas masing-masing untuk mengikuti rapat bersama wali kelas. Di sini, fokus pembahasan beralih pada progres akademik, kedisiplinan, serta rencana program kelas ke depan.

 5. Aksi Sosial: Amal Segenggam Beras

   Salah satu bagian yang paling menyentuh adalah program amal. Setiap wali murid membawa segenggam beras dari rumah untuk dikumpulkan. Aksi sederhana namun bermakna ini mengajarkan nilai empati dan gotong royong yang menjadi ciri khas SDN 37 Kendo Kota Bima.

 6. Penutup dan Komitmen Bersama

   Acara ditutup dengan doa dan sesi foto bersama sebagai simbol kesepakatan antara sekolah dan orang tua untuk bersama-sama menjaga tumbuh kembang anak secara sehat dan aman.

Pesan Kepala Sekolah

Kepala SDN 37 Kendo Kota Bima, **Bapak Agussalim, S.Pd.I**, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wali murid yang hadir.

Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di kelas, melainkan kolaborasi utuh dengan orang tua di rumah. Hari ini kita belajar bahwa menjaga anak dari bahaya gadget dan kekerasan adalah investasi masa depan. Terima kasih atas partisipasi dan sumbangsih 'segenggam beras' yang membuktikan bahwa kepedulian kita masih sangat kuat," tegas beliau.

Kegiatan Family Gathering ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu terus meningkatkan kualitas hubungan antara lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga demi mencetak generasi emas yang berkarakter di Kota Bima. BRL