Aksi Heroik

KOTA BIMA – Jumat pagi, 13 Februari 2026, kawasan ikonik Taman Amahami dan Masjid Terapung tidak hanya disapa oleh desir angin laut, tetapi juga oleh derap langkah penuh semangat dari keluarga besar SDN 37 Kendo Kota Bima. Di bawah komando langsung Kepala Sekolah, Ibu Novi Puspitasari, S.Pd., puluhan tenaga pendidik yang dijuluki "Pasukan Guru" ini menggelar aksi korvei (kerja bakti) besar-besaran.

Bukan sekadar agenda rutin, gerakan ini merupakan manifestasi nyata dalam menjawab Instruksi Presiden Republik Indonesia mengenai Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Sebuah langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia Resik yang diselaraskan secara harmonis dengan visi daerah, Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri).

Kepemimpinan Berbasis Teladan

Kehadiran Ibu Novi Puspitasari, S.Pd. di garda terdepan memberikan warna tersendiri. Mengenakan atribut olahraga lengkap, beliau tidak canggung menyisir setiap sudut taman, memungut sampah plastik, hingga memastikan area sekitar Masjid Terapung bebas dari limbah yang mengganggu estetika.

"Pendidik adalah cermin bagi masyarakat. Hari ini, SDN 37 Kendo hadir di fasilitas publik bukan hanya untuk membersihkan sampah, tapi untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Kita ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab kewarganegaraan," tegas Ibu Novi Puspitasari dengan penuh optimisme.

Menyulap Wajah Kota: Dari Estetika Hingga Etika

Taman Amahami dan Masjid Terapung dipilih sebagai lokasi pusat kegiatan karena statusnya sebagai "Jantung" pariwisata dan religi di Kota Bima. Melalui aksi ini, SDN 37 Kendo mengusung tiga misi utama:

Akselerasi Program Nasional: Mendukung percepatan Indonesia Bebas Sampah melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Harmonisasi Lokal: Memperkuat identitas Kota Bima sebagai kota yang "BISA" (Bersih, Indah, Sehat, Asri).

Edukasi Ekosistem: Mengajak pengunjung taman dan warga sekitar untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga aset kota.

Derap Langkah Menuju Perubahan

Sepanjang pagi, Pasukan Guru SDN 37 Kendo bergerak sistematis. Mulai dari area pedestrian, taman hijau, hingga batas air di sekitar Masjid Terapung disisir tanpa sisa. Sampah-sampah anorganik dikumpulkan dan dipilah, memberikan pemandangan yang jauh lebih segar dan nyaman bagi siapa pun yang melintas.

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian lingkungan adalah kunci utama kemajuan sebuah daerah. SDN 37 Kendo tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang mencintai tanah airnya melalui tindakan nyata.

Aksi ini diharapkan menjadi pemantik api semangat bagi instansi lain di Kota Bima untuk terus menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berseri. FSL