Kota Bima, 10 Februari 2026 – SDN 37 Kendo Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi dan pendidikan karakter melalui kegiatan Literasi Pagi yang dilaksanakan pada Selasa (10/02/2026). Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini menjadi semakin bermakna dengan diangkatnya tema tentang bullying atau perundungan, yang disampaikan langsung oleh Ibu Leti Fitriati, S.Pd sebagai pemateri.
Sejak pagi hari, seluruh siswa bersama dewan guru telah berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan literasi. Acara diawali dengan kegiatan membaca bersama sebagai bagian dari pembiasaan budaya literasi, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang sarat akan pesan moral dan nilai-nilai karakter.
Dalam pemaparannya, Ibu Leti Fitriati, S.Pd menjelaskan secara rinci tentang pengertian bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Ia menegaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga bisa berbentuk verbal dan sosial, seperti mengejek, menghina, menyebarkan rumor, hingga mengucilkan teman.
“Perundungan sering kali dianggap hal biasa, padahal dampaknya sangat besar bagi korban. Korban bisa merasa sedih, takut, tidak percaya diri, bahkan kehilangan semangat belajar,” jelas Ibu Leti di hadapan para siswa yang tampak menyimak dengan serius.
Selain menjelaskan dampak bagi korban, Ibu Leti juga mengingatkan bahwa pelaku bullying pun dapat mengalami konsekuensi negatif, baik secara sosial maupun dalam perkembangan kepribadiannya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh siswa untuk menumbuhkan rasa empati, saling menghargai, serta membiasakan berkata dan bertindak yang baik terhadap teman.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Untuk memperkuat pemahaman, Ibu Leti juga memberikan contoh-contoh situasi yang sering terjadi di lingkungan sekolah serta mengajak siswa berdiskusi singkat tentang cara menyikapinya. Interaksi tersebut membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan edukatif.
Kepala SDN 37 Kendo Kota Bima dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Literasi Pagi bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca siswa, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai positif. Tema bullying dipilih sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat dari perhatian dan partisipasi mereka selama kegiatan berlangsung. Beberapa siswa bahkan berani menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait pentingnya saling menghormati sesama teman.
Kegiatan Literasi Pagi ini ditutup dengan ajakan bersama untuk berkomitmen menolak segala bentuk bullying di lingkungan sekolah. Seluruh siswa diajak untuk menjadi pelopor kebaikan, saling membantu, serta berani melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan perundungan.
Melalui kegiatan ini, SDN 37 Kendo Kota Bima berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi yang sejalan dengan pembentukan karakter positif, sehingga tercipta generasi yang cerdas, berempati, dan berakhlak mulia. FSL