GEBRAK LITERASI SDN 37 KENDO KOTA BIMA

BUDAYA LITERASI (SELASA)

GEBRAK LITERASI

 

Geb = Gerakan Berdaya

Rak = Raih Ketuntasan

Literasi = BerLiterasi

 

SDN 37 Kendo Kota Bima tercatat untuk tahun 2022 pada capaian Literasi dalam rapor Pendidikan berada dibawah kompetensi minimum yaitu 1,72. Tentunya capaian ini membutuhkan perhatian khusus dari satuan Pendidikan untuk menindaklanjutinya. Oleh sebab itu, SDN 37 Kendo Kota Bima mencoba menyusun beberapa aksi nyata yang memang sebelumnya kepala sekolah sudah memfokuskan program literasi bahkan sebelum nilai rapor pendidikan diketahui. Karna, berdasarkan amanat Walikota Bima, Bapak. H. Muhammad Lutfi, SE. Mengamanatkan untuk Satuan Pendidikan agar peduli akan tumbunya Kesadaran Berliterasi Sejak Dini pada peserta didik. Disamping itu juga, Kepala Sekolah Ibu Novi Puspitasari, S.Pd mempunyai pandangan bahwa kalau kita ingin memajukan Satuan Pendidikan, haruslah dimulai dari hal paling dasar. Seperti Kemampuan dasar, Kebutuhan dasar anak yang paling mereka butuhkan, Apa? Salah satunya yaitu Literasi (Kognitif), Akhlak/Karakter (Afektif) dan Berkarya cipta (Psikomotorik). Tapi tidak lupa juga rasa sayang dan peduli harus ada dalam dalam proses pembinaan mereka".

SDN 37 Kendo Kota Bima mencoba  mengambil langkah cepat dalam mengatasi rendahnya nilai rapor Pendidikan khusunya dimensi literasi.

Adapun Langkah strategis yang direncanakan dan telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan motivasi peserta didik, terdiri dari ;

  • 1.     Literasi Harian
  • 2.     Literasi Mingguan
  • 3.     Puncak Literasi ( 3 Bulan)
  • 4.     Out Door Class Activity
  • 5.     Lapak Baca
  • 6.     Ngulik PMM

1.   Literasi Harian

Kegiatan Literasi Harian dilaksanakan setiap 4 kali dalam semimggu, yaitu hari senin sampai dengan kamis. Kegiatan lietrasi harian berada di bawah binaan Pembina literasi. Yang terdiri dari satu ketua dan empat (4) orang anggota. Aktifitas yang dilakukan dalam pembinaan harian ini terdiri dari; membaca, menulis dan berhitung. Pembinaan biasa dilakukan di perpustakaan sekolah maupun di lapak baca sekolah. Pembinaan harian ini durasi waktunya maksimal 2 jam dalam sekali pertemuan.


Satu orang pembina biasanya membina sampai 4 orang peserta didik. Dan, alhamdulillah, sejauh ini kegiatan pembinaan literasi harian berjalan lancar selama  3 bulan ini dan memberikan hasil yang cukup memuaskan. Pada awalnya pembinaan kami mencatat dan mendata peserta didik disetiap kelas yang belum dapat  membaca dan  akhirnya seiring waktu berjalan pembinaan literasi harian yang dilaksanakan dengan konsisten ini, pada akhirnya membuat anak-anak yang diawalnya belum mampu membaca menjadi mampu membaca.

2.   Literasi Mingguan

Literasi mingguan dilaksanakan sebanyak 1 kali dalam seminggu, yaitu pada hari selasa pagi. Pada kegiatan literasi mingguan pembina literasi telah merancang semua kegiatan literasi apa saja yang akan dilakukan. Biasanya, kegiatan literasi ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara klasikal dan berdiferensiasi. Pada awalnya pemahaman guru akan literasi hanya secara umum/klasikal saja, sehingga seiring berjalanya kurikulum merdeka dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar. Pembelajaran yang berdiferensiasi mulai diterapkan. Alhamdulillah, sekarang guru-guru sudah bisa menerapkan nya dengan baik.

Tema-tema yang di angkat saat kegiatan literasi mingguan ini pun beragam, mulai dari tema keilmuan, sastra, kesehatan, isu sosial, budaya, pendalaman karakter sampai pada pendalaman akan makna literasi itu sendiri. 


3.   Puncak Literasi

SDN 37 Kendo Kota Bima baru satu kali melaksanakan kegiatan puncak literasi yaitu pada bulan September 2022. Kegiatan Puncak literasi ini diperkirakan akan dilaksanakan kembali pada bulan maret 2023. yaitu tepat 3 bulan sekali. Persiapan yang dilakukan sebelum memasuki kegiatan puncak, peserta didik biasanya akan di informasikan lebih awal mengenal tampilan apa saja yang akan dilaksanakan di kegiatan puncak. Kegiatan Puncak literasi SDN 37 Kendo Kota Bima kali kedua ini akan difokuskan pada Lomba tausiyah untuk kelas 6, Tarian tradisional dan modern untuk kelas 5  beserta narasinya, Pembacaan Puisi 2 bahasa  untuk kelas 4, Lomba yel-yel untuk kelas 1 sampai dengan kelas 6. Membaca lancar untuk kelas 3 dan 2, menggambar dan mewarnai untuk kelas 1 . Dan untuk hadiah dan sebagai bentuk apresiasi positif terhadap usaha siswa maka pada kegiatan puncak ini semua peserta didik akan mendapatkan hadiah, selama anak tersebut mau tampil. Prinsip dari kegiatan puncak literasi ini ialah bahwa setiap anak itu hebat, setiap anak pantas dihargai, mau seperti apapun kemampuan dan penampilan mereka. SDN 37 Kendo Kota Bima, mencoba untuk membangun rasa percaya diri peserta didik, semangat berkolaborasi, berkompetisi yang menyenangkan dan bahagia.

 

4.   Out Door Class Activity

Kegiatan Out Door Class Activity adalah kegiatan belajar diluar lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan Out Door Class Activity adalah Out door Literasi. Out door literasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kemampuan berliterasi peserta didik melalui dunia luar. Out door Literasi yang pernah dilakukan oleh SDN 37 Kendo Kota Bima ialah mengunjungi Perpustakaan Daerah Kota Bima. "Membawa peserta didik ke perpustakaan daerah adalah merupakan langkah tepat, mengapa? karna pada saat kami membawa mereka ke perpustakaan mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat. Peserta didik merasakan bagaimana rasanya belajar di tempat baru dan berbeda dari biasanya. Respon Perpustakaan Daerah pun pada saat itu sangat positif terhadap sekolah kami" tutur ibu Novi Puspitasari. Di perpustakaan daerah juga, terdapat tersedia banyak referensi buku yang beragam dan menarik. Kedepannya kami akan membawa peserta didik kami kembali lagi kesana.

Di samping itu juga, bapak/ibu guru sesekali membawa peserta didik mengenal lingkungan tempat tinggal mereka sembari belajar. Karakteristik lingkungan sekolah yang dikelilingi oleh bukit dan persawahan membuat alam sekitar sekolah begitu sejuk dan indah. Persawahan dan perbukitan kecil yang banyak dijadikan ladang jagung dan padi oleh masyarakat sekitar membuat aktivitas literasi kami sesekali dilakukan di alam bebas.

5.   Lapak Baca

Lapak Baca adalah sebuh tempat semacam lapak yang menyediakan buku bacaan untuk peserta didik. Di lapak baca peserta didik dapat membaca dalam keadaan santai dan nyaman, karna sekolah meletakkan beberapa lapak baca disekitar taman sekolah yang teduh dan asri. Setiap peserta didik yang melewati lapak baca bisa langsung menggambil buku dan membacanya. Lapak baca mempunyai tujuan untuk menumbuhkan kebiasaan anak untuk suka membaca. Setiap hari mereka di perlihatkan beragam buku yang berbeda.

“Kami sadar  kebiasaan membaca seseorang tidak datang dengan sendirinya, biasanya anak-anak yang suka membaca mereka tumbuh dilingkungan yang orangtuanya suka membaca pula dan menjadikan aktivitas membaca adalah suatu kebutuhan. Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang tidak terbiasa/ tumbuh dilingkungan yang tidak aktif membaca?. Tentunya satuan pendidikan harus menyadari hal ini dan berusaha menyikapinya dengan tepat. Untuk menumbuhkan kebiasaan membaca inilah SDN 37 Kendo Kota Bima berusaha membuat Lapak Baca ini yang mana salah satu tujuan utamanya ialah menumbuhkan ketertarikan dalam diri anak dalam proses membaca yang menyenangkan.” tutur ibu kepala sekolah  SDN 37 Kendo Kota Bima ibu Novi Puspitasari. Dengan menyediakan rak lapak baca yang di cet warna warni, buku yang beragam, tempat duduk yang nyaman, guru yang sabar pastilah menjadikan kegiatan membaca ini menjadi menyenangkan.


6.   Ngulik PMM

Kegiatan Ngulik atau Menggali dan mengulas Informasi Seputar Kurikulum Merdeka Bersama PMM ini dilakukan 2 kali dalam sebulan yaitu setiap akhir pekan. Pada bulan januari ini akan mengulik seputar literasi dan strategi-strategi peningkatan literasi lewat PMM dan pengunggahan aksi nyata. Alhamdulillah bapak/ibu guru merasa sangat antusias dan termotivasi untuk menjelajah Platform Merdeka Mengajar (PMM) lebih dalam lagi secara bersama-sama. (Novi/red)